by

Peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman dalan rilis ‘Siapa Dirugikan Golput: Jokowi atau Prabowo?’ di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur,

JAKARTA ,METROAKTUAL.NET- Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA Ikrama Masloman menyebut, pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin paling dirugikan, jika kalangan minoritas dan wong cilik banyak yang tak menggunakan hak suara (golput) saat Pilpres 2019.

Hal itu disampaikannya dalam dalan rilis ‘Siapa Dirugikan Golput: Jokowi atau Prabowo?’ di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (19/3/2019).

“Capres dan cawapres nomor urut 01 dirugikan, karena margin kemenangannya lebih besar di segmen wong cilik dan minoritas,” ujar Ikrama Masloman.
Ikrama mengatakan, dari kalangan minorotas, Jokowi-Ma’ruf memiliki keunggulan suara dengan selisih 68,7 persen dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Setidaknya, ada dua alasan mengapa golput bisa saja terjadi pada pemilih minoritas.
Pertama, pemilih tidak berada di hari pencoblosan, karena waktunya berdekatan dengan libur nasional Wafat Isa Almasih.
Selain itu, pemilih minoritas bisa saja merasa tidak aman dan memilih ke luar negeri.
Sementara, jika kalangan wong cilik banyak yang memilih golput.
Ikrama mengatakan, Jokowi-Ma’ruf memiliki margin kemenangan sebesar 36,3 persen.(rel)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed