by

Didik Murdianto Berpesan Dalam HUT Ke-62 Karang Taruna Nasional Bahwa ; “Karang Taruna Sejak Dari Awal Membangun Sebuah Aktivitas Sosial Dengan Mengutamakan Kemandirian & Membangun Jiwa Sosial, Tidak Harus Kemudian Kita Menunggu Suntikan Dari Pihak Manapun Termasuk Pemerintah Baru Berbuat Sosial”

Jakarta, 26 September 2022 – Pengurus Nasional Karang Taruna memperingati Dirgahayu Karang Taruna Ke-62 Tahun dengan tema konsisten mengabdi untuk negeri dan sekaligus mengadakan Tasyakur Karang Taruna dengan pemberian santunan anak panti asuhan Tebet Dalam RW 03 yang diadakan di Kantor Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) Tebet Barat Jakarta pada hari Senin, 26 September 2022 secara Hybird.

Dalam acara Dirgahayu Karang Taruna ke 62 Tahun juga diselingi acara pemotongan tumpeng dan launching Kopi Katarina dan launching Lembaga Bantuan Hukum (LBH Karang Taruna) yang diresmikan/dihadiri oleh :

1. Gibran Rakabuming (Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT)
2. Dr. Didik Mukrianto, SH, MH (Ketum Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT)
3. Muhammad Rapsel Ali (Waket MPKT)
4. Ir. Budy Setiawan, MSi (Waketum I)
5. Wahyu Sanjaya (Waketum II)
6. Reza Eka Pahlevi (Direktur Esekutif)
7. Robby Kurniawan S. STP, M. Si (Bendum)
8. Deden Sirajuddin, SE, MM (Sekjend)

Dr. Didik Mukrianto SH (Ketum PNKT) seusai membuka acara HUT 62 Karang Taruna memberikan keterangan pers kepada media elektronik bahwa : “Terkait persoalan di bangsa ini, kami menyadari sepenuhnya bahwa tidak mungkin Pemerintah dan negara dibiarkan sendiri untuk meraih persoalan bangsa khususnya terkait dengan persoalan sosial dimana ini membutuhkan kebersamaan, butuh solidaritas, dan butuh keikhlasan. Karang Taruna sejak dari awal di dalam membangun sebuah aktivitas sosial ini memang kami mengutamakan kemandirian dan membangun jiwa sosial, tidak harus kemudian kita menunggu suntikan dari pihak manapun termasuk pemerintah baru berbuat sosial.

Pemaknaan sosial di Karang Taruna bukan hanya sekedar berbagi atau peduli tapi kami juga meningkatkan kemandirian ekonomi karang taruna. Kami terus mendorong agar lahir banyak sosial trainer wirausahawan atau pengusaha yang berwatak sosial. Dengan demikian jika kita semuanya bisa membangun kemandirian itu Insya Allah tentu jiwa-jiwa sosial Karang Taruna ini wirausahawan yang berwatak sosial ini akan terus hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menghadirkan sebuah solusi dan kepedulian dan di era ke depan.

Tentu hadirnya pemimpin-pemimpin yang berwatak sosial untuk bangsa ini untuk masyarakat ini menjadi kebutuhan dan menjadi keharusan bangsa. Insya Allah jika ke depan banyak lahir pemimpin-pemimpin yang berjiwa dan watak sosial Insya Allah mudah-mudahan tidak sulit kita mengurai persoalan terkait dengan sosial. Seperti saya katakan bahwa Karang Taruna ini bukan besar di pusat, bukan besar di isu saja, bukan sekedar klaim saja dalam terkait dengan event-event yang sifatnya tahunan atau 5 tahunan. Setiap hari di tengah-tengah masyarakat tidak sedikit kader-kader Karang Taruna yang selalu mengaktivasi kegiatannya yang mengaktivasi karya dan pengabdiannya langsung di tengah-tengah masyarakat.

 

Tidak perlu isu, tidak perlu ada himbauan, atau pun tidak perlu ada pemandu karena Taruna hadir di tengah-tengah masyarakat. Saya paham kita tahu semuanya bahwa kader-kader terbaik karang taruna di tingkat Kelurahan dan Desa selalu mewarnai setiap kegiatan-kegiatan termasuk potensi degradasi moral dan karakter bangsa baik yang disebabkan oleh bahaya narkotika maupun juga ideologi-ideologi radikal. Karena menjadi garda terdepan untuk menolak Adu Domba dan melawan perpecahan.

Terkait dengan launching Katarina ini pastikan banyak setiap daerah setiap Kelurahan, RT, RW, dan anak muda ini punya usaha sendiri baik itu bentuk warung ataupun Toko sehingga mendorong anak muda ini yang khususnya di Karang Taruna ini bisa lewat pengurus nasional Taruna. Apakah mereka bisa ikut sertaan sehingga seperti yang disampaikan oleh Presiden Jokowi akan ada undangan digital dan ini mempercepat mengejar Indonesia emas 2045 dan utamanya ini dari anak muda dalam untuk memajukan ekonomi Indonesia.

Terkait dengan UMKM Milenial bahwa tidak sedikit generasi-generasi muda yang bermandiri, berkreasi, berinovasi secara ekonomi, juga tidak sedikit produk-produk Karang Taruna dan anak muda yang juga sukses besar di era digitalisasi ini dengan tuntutan zaman maupun tuntutan globalisasi ini tidak sedikit pula kemudian kemandirian ekonomi di tingkat bawah. Kemandirian tingkat pemuda ini juga harus mengakses teknologi,” tutupnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed